review-film-jurassic-world-rebirth-masih-seru

Review Film Jurassic World Rebirth: Masih Seru?

Review Film Jurassic World Rebirth: Masih Seru? Jurassic World Rebirth, film ketujuh dalam franchise Jurassic Park yang tayang sejak 2 Juli 2025, membawa angin segar sekaligus nostalgia ke layar lebar. Disutradarai Gareth Edwards, film ini dibintangi Scarlett Johansson sebagai Zora Bennett, pemimpin tim ekstraksi DNA dinosaurus untuk tujuan medis, bersama Jonathan Bailey, Mahershala Ali, dan Rupert Friend. Berlatar lima tahun setelah Dominion, cerita mengikuti misi rahasia di pulau tropis terpencil untuk mengumpulkan sampel dari tiga spesies dinosaurus yang tersisa—dengan harapan menemukan obat penyakit degeneratif manusia. Dengan durasi sekitar 2 jam 14 menit, film ini menggabungkan aksi survival intens, visual dinosaurus yang lebih realistis, dan elemen thriller yang lebih gelap. Box office-nya mencapai lebih dari $780 juta secara global, dan meski terbelah di kalangan kritikus, banyak penonton bilang franchise ini masih seru. Apakah Rebirth berhasil membuktikan bahwa Jurassic World belum kehabisan gigitan? Dari apa yang terlihat, ya—ini salah satu yang paling menegangkan sejak era asli. REVIEW WISATA

Kekuatan Utama Film Jurassic World Rebirth: Aksi Survival dan Visual yang Lebih Realistis

Yang paling bikin Jurassic World Rebirth terasa segar adalah pendekatan survival horror yang lebih kuat. Gareth Edwards, yang dikenal dengan Godzilla dan Rogue One, membawa nuansa ketegangan konstan: adegan di hutan lebat, gua gelap, dan kapal karam penuh ancaman membuat penonton merasa benar-benar terjebak bersama karakter. Dinosaurus kali ini terasa lebih primal dan mengancam—gerakan Tyrannosaurus rex lebih lambat tapi menakutkan, Velociraptor pack hunting yang cerdas, serta Quetzalcoatlus raksasa yang menyerang dari udara. Efek visual dan animasi praktikal hybrid-nya luar biasa; bulu, kulit, dan gerakan terlihat sangat nyata, terutama di adegan malam hari dengan pencahayaan minim. Scarlett Johansson sebagai Zora Bennett membawa intensitas fisik dan emosional yang kuat—karakternya tangguh tapi punya kerentanan, membuatnya jadi pimpinan tim yang relatable. Jonathan Bailey menambah humor ringan tanpa mengganggu ketegangan, sementara Mahershala Ali sebagai ilmuwan etis memberikan bobot moral. Sound design dan skor Michael Giacchino memperkuat rasa horor, membuat setiap langkah di hutan terasa seperti bisa jadi yang terakhir.

Kelemahan Film Jurassic world Rebirth: Cerita yang Masih Formula dan Beberapa Karakter Kurang Berkembang: Review Film Jurassic World Rebirth: Masih Seru?

Meski aksi dan visualnya memukau, Rebirth tak sepenuhnya lepas dari kritik. Ceritanya mengikuti formula klasik Jurassic: tim masuk pulau terlarang, misi berubah jadi survival, dan akhirnya kabur sambil dikejar dinosaurus. Beberapa twist terasa predictable, terutama soal motif korporasi dan pengkhianatan internal. Karakter pendukung seperti Rupert Friend dan beberapa anggota tim lain kurang diberi ruang untuk berkembang, sehingga kematian atau pengorbanan mereka kadang terasa kurang berdampak. Ada juga keluhan bahwa film terlalu bergantung pada nostalgia—referensi ke park asli dan DNA John Hammond muncul, tapi tak dieksplorasi dalam. Skor Rotten Tomatoes sekitar 68-72% dari kritikus dan audience di atas 85% mencerminkan pembagian ini: kritikus merasa “solid tapi tak inovatif”, sementara penonton lebih menghargai thrill ride dan visual yang memuaskan. Bagi yang mengharapkan revolusi besar seperti Jurassic Park pertama, ini terasa seperti sekuel aman; tapi bagi yang ingin aksi dinosaurus intens, ini cukup memuaskan.

Kesan Keseluruhan dan Prospek Franchise: Review Film Jurassic World Rebirth: Masih Seru?

Secara keseluruhan, Jurassic World Rebirth berhasil membuktikan bahwa franchise ini masih seru—terutama jika difokuskan pada survival dan ketegangan daripada aksi besar-besaran. Gareth Edwards memberikan sentuhan gelap dan realistis yang membuat dinosaurus terasa seperti ancaman nyata lagi, sementara Scarlett Johansson membawa energi baru sebagai pahlawan utama. Ini bukan film terbaik dalam seri, tapi salah satu yang paling menegangkan sejak The Lost World. Dengan box office kuat dan rencana sekuel yang sudah dibahas, Jurassic World tampaknya masih punya napas panjang. Cocok ditonton di bioskop besar agar raungan T-Rex dan suara sayap Quetzalcoatlus terasa menggetarkan.

Kesimpulan

Jurassic World Rebirth memang masih seru—bahkan salah satu yang paling menegangkan di era modern franchise ini. Dengan aksi survival intens, visual dinosaurus yang realistis, dan Scarlett Johansson yang solid sebagai pemimpin tim, film ini berhasil menghidupkan kembali sensasi “dinosaurus sebagai ancaman nyata”. Meski ceritanya mengikuti formula aman dan beberapa karakter kurang mendalam, kekuatan spectacle dan ketegangan membuatnya layak ditonton. Jika kamu suka Jurassic Park karena rasa takut dan adrenalinnya, ini pilihan tepat. Franchise ini belum punah—dan Rebirth membuktikan masih ada gigitan yang kuat di dalamnya.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *