Review Film Daredevil: Born Again – Brutal & Epik 2025. Serial Daredevil: Born Again yang tayang perdana Maret 2025 di Disney+ langsung jadi salah satu rilis Marvel paling dibicarakan tahun itu. Sebagai kelanjutan resmi dari Daredevil Netflix (2015–2018), season ini kembali bawa Charlie Cox sebagai Matt Murdock/Daredevil, Vincent D’Onofrio sebagai Kingpin, dan Deborah Ann Woll serta Elden Henson sebagai Karen Page dan Foggy Nelson. Dengan 9 episode berdurasi 45–60 menit per episode, serial ini digarap Matt Corman & Chris Ord sebagai showrunner, dan disutradarai oleh Justin Benson & Aaron Moorhead untuk beberapa episode kunci. Rating Rotten Tomatoes mencapai 92% dari kritikus dan 95% dari penonton, dengan pujian besar atas brutalitas, kedalaman cerita, dan aksi yang sangat realistis. Pertanyaan besarnya: apakah Born Again berhasil jadi reboot epik yang layak disebut “Marvel dewasa”, atau cuma nostalgia doang? INFO CASINO
Kekuatan Aksi dan Tone yang Brutal dari Film Daredevil: Born Again: Review Film Daredevil: Born Again – Brutal & Epik 2025
Born Again kembalikan Daredevil ke akarnya: gelap, brutal, dan sangat manusiawi. Adegan fight choreo oleh Philip J Silvera (sama seperti Netflix) jadi salah satu yang terbaik di MCU—pertarungan tangan kosong di gang sempit, koridor rumah sakit, dan atap gedung terasa mentah dan berdarah. Matt Murdock tak lagi tak terkalahkan; ia terluka, berdarah, dan capek—setiap pukulan terasa nyata. Kingpin versi D’Onofrio tetap jadi villain paling menakutkan di MCU—ia tak cuma otot, tapi juga manipulatif dan psikopat. Adegan dia bunuh orang dengan tangan kosong atau ancam Matt di ruang sidang jadi momen paling mencekam. Tone serial ini jauh lebih dewasa dibanding kebanyakan MCU—ada kekerasan grafis (darah, tulang patah), bahasa kasar, dan tema berat seperti trauma, korupsi, dan balas dendam. Ini bikin Born Again terasa seperti seri kriminal noir, bukan superhero biasa.
Performa Cast dan Cerita yang Lebih Dalam di Film Daredevil: Born Again
Charlie Cox kembali sempurna sebagai Matt Murdock—ia bawa campuran rasa bersalah, kemarahan, dan keraguan yang makin dalam setelah kehilangan banyak orang. Deborah Ann Woll sebagai Karen Page dan Elden Henson sebagai Foggy Nelson punya chemistry kuat—hubungan mereka dengan Matt terasa seperti keluarga yang retak tapi saling butuh. Villain baru seperti Muse (seorang pembunuh seni sadis) dan White Tiger (hero kompleks yang jadi musuh sementara) tambah lapisan cerita. Cerita utama fokus pada Kingpin yang naik jadi walikota New York sambil manipulasi sistem hukum untuk hancurkan Matt. Subplot Matt yang coba hidup normal sebagai pengacara tapi terus ditarik kembali ke kegelapan jadi sangat emosional. Pacing 9 episode terasa pas—setiap episode punya klimaks sendiri, tapi tetap bangun ke arah finale epik yang berdarah-darah.
Kelemahan dan Perbandingan dengan Netflix: Review Film Daredevil: Born Again – Brutal & Epik 2025
Meski kuat, serial ini punya kelemahan kecil. Beberapa subplot (terutama White Tiger) terasa kurang dieksplorasi, dan transisi dari episode 4 ke 5 agak lambat. Ada juga kritik bahwa serial ini terlalu bergantung pada nostalgia Netflix—banyak adegan dan dialog terasa mirip season 3 Netflix, meski dengan budget dan produksi lebih besar. Beberapa fans bilang tone brutalnya kadang terasa berlebihan untuk platform Disney+, meski tetap PG-13. Durasi total sekitar 8–9 jam terasa pas untuk cerita kompleks, tapi beberapa penonton merasa finale terlalu terbuka untuk season 2 tanpa resolusi memuaskan. Tapi secara keseluruhan, kekurangan ini tak ganggu—serial ini tetap jadi salah satu produksi Marvel terbaik pasca-Endgame.
Respon Penonton dan Dampak ke MCU
Penonton Indonesia suka banget—serial ini laris di Disney+ Hotstar, dengan banyak diskusi di grup dan sosmed soal brutalitas dan kedalaman karakter. Viewership minggu pertama jadi yang tertinggi untuk seri Marvel di platform itu. Di media sosial, adegan fight koridor dan konfrontasi Matt-Kingpin jadi viral. Dampak ke MCU besar: Born Again bukti bahwa Marvel bisa sukses dengan tone dewasa dan grounded, beda dari formula superhero cerah. Ini juga validasi bahwa Netflix Daredevil resmi jadi canon MCU, dan buka jalan untuk sekuel atau crossover dengan Daredevil di film besar. Season 2 sudah diumumkan untuk 2027, dengan rumor Kingpin vs Punisher.
Kesimpulan
Daredevil: Born Again 2025 adalah serial brutal, epik, dan sangat mencekam yang berhasil jadi reboot terbaik untuk karakter ini di MCU. Charlie Cox dan Vincent D’Onofrio kembali di puncak performa, aksi realistis, dan cerita emosional bikin serial ini terasa seperti kriminal noir premium. Meski ada kelemahan kecil di pacing dan subplot, film ini tetap jadi tontonan wajib buat fans Marvel yang suka tone gelap dan karakter kompleks. Worth it? Sangat—ini salah satu produksi Marvel terbaik sejak Endgame. Kalau suka Daredevil Netflix, ini upgrade yang layak. Nonton kalau belum—siapkan mata dan telinga, karena Gotham (eh, Hell’s Kitchen) makin mencekam di sini. Marvel lagi on fire dengan seri dewasa—semoga terus seperti ini!

