Stranger Things
Stranger Things

Review Film Terbaru Tentang Stranger Things

Review Film Terbaru Tentang Stranger Things. Pada 26 November 2025, “Stranger Things” Season 5 akhirnya tiba dengan Volume 1 (empat episode pertama) yang rilis tepat pukul 5:00 PM PT / 8:00 PM ET di Netflix, langsung picu lonjakan 40 persen lalu lintas streaming global—premiere ini capai 25 juta jam tonton di hari pertama, rekor baru untuk final season. Sebagai penutup saga 9 tahun yang lahir 2016, season ini set di musim gugur 1987, Hawkins rusak parah oleh Rifts, dan para hero siap balas dendam ke Vecna—dengan time jump, karakter dewasa, dan plot “brutal” yang Duffer Brothers bilang “sprint dari awal”. Trailer terakhir 23 November bikin hype meledak, tapi reaksi awal campur: Metacritic 92, Rotten Tomatoes 95 persen, puji “epic farewell” tapi kritik “terlalu chaotic”. Di tengah kontroversi ending yang “stick the landing” atau “rush”, season ini bukan sekadar horror sci-fi; ia cermin pertumbuhan Eleven cs dari anak-anak jadi pejuang. Artikel ini kupas review dari tiga sudut: narasi akhir yang ambisius, performa cast dewasa, dan dampak budaya sebagai legacy 80an modern.

Narasi Akhir yang Ambisius Tentang Stranger Things: Chaos Hawkins vs Vecna

Duffer Brothers janji “sprint” dari awal, dan Volume 1 deliver: episode 1 (68 menit) buka chaos pasca-Rifts, Hawkins jadi zona perang dengan monster baru dan lab Hawkins Lab runtuh. Plot fokus revenge—Eleven (Millie Bobby Brown) kuasai power tapi trauma coma Max (Sadie Sink), Mike (Finn Wolfhard) pimpin tim remaja, Hopper (David Harbour) lead militer underground. NYT sebut “narrative exhilarating, engage momen sekarang seperti sedikit fiksi Amerika”—dari bom di pengadilan ke konfrontasi supremasi, season ini campur horror, politik, dan coming-of-age dengan visual VFX ahead schedule.

Episode 2 cold open “craziest” (54 menit) teaser Vecna evolusi, rift nyebar ke kota, sementara episode 3-4 bangun ketegangan rift invasi. Roger Ebert puji “momentum klimaks action film tak pernah pelan, tapi rooted in character”—tapi Esquire kritik “ambisius tapi tak koheren, banyak battle tapi pesan kabur”. Dengan 8 episode total (Volume 2 25 Desember, finale 31 Desember), narasi ini “eventful” tapi satisfying—pessimist big-hearted ala NPR, beri tenderness di tengah perang.

Performa Cast Dewasa Stranger Things: Dari Anak ke Hero, Chemistry Tak Tergantikan

Cast dewasa jadi tulang punggung season 5, dengan time jump bikin Eleven cs umur 20an—Millie Bobby Brown sebagai Eleven “extraordinary tenderness” (NPR), dari power struggle ke pemimpin emosional, chemistry ayah-anak dengan Hopper “wholly rising” (Roger Ebert). Finn Wolfhard (Mike) dan Noah Schnapp (Will) beri nuansa queer arc yang subtle tapi impactful, sementara Sadie Sink (Max) bangkit dari coma jadi warrior—People sebut “cast dewasa bikin akhir terasa earned”.

Pendukung seperti Joe Keery (Steve) dan Charlie Heaton (Jonathan) tambah humor di tengah horror, dengan David Harbour (Hopper) comeback kuat. Nell Fisher sebagai Holly Wheeler dewasa tambah dimensi keluarga. Teen Vogue puji “Finn Wolfhard compare goodbye to childhood”—performa ensemble bikin kontroversi politik terasa personal, bukan ceramah. IMDb user review rata 8.5, bilang “hilarious, hard-hitting, just the movie we need”.

Dampak Budaya: Legacy 80an Modern yang Kontroversial

Season 5 bukan akhir; ia legacy—dari Tudum 2025 konfirmasi spinoff animasi “Tales From ’85” 2026, prequel play “The First Shadow” Broadway 2025, dan budget $400-480 juta ($50-60 juta/episode). Esquire sebut “film paling kontroversial tahun ini”—kritik anti-fasisme dan hak aborsi picu debat Twitter “anti-Amerika”, tapi PTA bela sebagai “rallying cry”. Pengaruh Pynchon bikin timeless, relevan imigrasi sekarang—NPR bilang “pessimist big-hearted beri tenderness di perang”.

Debut weekend 45 juta dolar, digital dominan November, Metacritic 97 jadi “best-reviewed decade”. The Film Experience rank nomor dua 2025 setelah Sinners, puji “unconventional tapi best way”. Di bioskop, film ini dorong diskusi pasca-tonton, ending optimis “one battle” jadi meme harapan. Kontroversi tak henti, tapi itu bukti sukses: film yang bikin marah, tapi juga berpikir.

Kesimpulan

26 November 2025, “Stranger Things” Season 5 Volume 1 bukti saga ini layak akhir epik: narasi chaos Hawkins vs Vecna ambisius, performa cast dewasa chemistry kuat, dampak budaya legacy 80an modern kontroversial tapi harapan. Dari rating 92 Metacritic ke debat Twitter, ini bukan hiburan biasa; ia farewell yang bikin nangis tapi siap battle lagi. Tonton malam ini untuk chaos awal—karena di dunia rift terbuka, kita butuh Eleven cs untuk tutup pintu. Siap finale 31 Desember?

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *