Review Film Set It Up

Review Film Set It Up

Review Film Set It Up. Film Set It Up tetap menjadi salah satu rom-com paling segar dan menyenangkan di era streaming hingga kini, dengan premis sederhana tapi cerdas tentang dua asisten overworked yang merencanakan matchmaking antara bos mereka yang demanding agar bisa mendapatkan waktu luang lebih banyak, tapi malah jatuh cinta satu sama lain dalam prosesnya. Berlatar di New York City yang sibuk, cerita ini menangkap esensi kehidupan millennial yang terjebak antara ambisi karir dan keinginan hidup normal, lengkap dengan dialog tajam, momen awkward yang lucu, serta chemistry elektrik antara pemeran utama yang membuat penonton terus tersenyum. Meski mengikuti formula klasik rom-com, film ini berhasil terasa modern berkat pendekatan self-aware terhadap trope genre serta fokus pada pertumbuhan karakter di tengah tekanan kerja, menjadikannya comfort watch ideal bagi yang haus akan romansa ringan tapi pintar. Di tengah banjir konten romansa, film ini masih sering disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam genre karena eksekusi yang mulus dan rasa hangat yang bertahan lama setelah tontonan selesai. BERITA BOLA

Alur Cerita yang Cerdas dan Penuh Kejutan Kecil: Review Film Set It Up

Alur cerita berpusat pada Harper dan Charlie, dua asisten pribadi yang kelelahan karena bos mereka—seorang editor olahraga tangguh dan seorang venture capitalist kaya—selalu menuntut segalanya kapan saja, sehingga mereka hampir tak punya kehidupan pribadi. Ide brilian mereka adalah menjebak bos-bos itu dalam kencan dengan memanfaatkan situasi seperti elevator rusak atau tiket Yankees yang strategis, berharap romansa antar bos akan membuat jadwal lebih longgar dan promosi lebih mudah didapat. Namun, saat rencana berjalan mulus, Harper dan Charlie justru menghabiskan lebih banyak waktu bersama untuk mengatur detail, yang perlahan mengubah hubungan profesional mereka menjadi sesuatu yang lebih dalam melalui momen-momen spontan seperti makan pizza tengah malam atau obrolan jujur tentang mimpi karir. Konflik muncul ketika rencana hampir gagal karena bos mulai curiga, ditambah kesalahpahaman kecil yang memicu pertengkaran lucu, tapi semuanya mengalir dengan pacing cepat dan twist yang tak terlalu dramatis. Cerita ini berhasil karena tidak hanya tentang romansa, tapi juga tentang bagaimana tekanan kerja bisa menghalangi kebahagiaan pribadi, membuat penonton ikut merasakan kepuasan saat karakter akhirnya berani mengambil kendali atas hidup mereka sendiri.

Karakter yang Relatable dan Chemistry yang Mengalir Alami: Review Film Set It Up

Harper dan Charlie menjadi jantung film ini karena digambarkan sebagai remaja dewasa yang ambisius tapi rentan—Harper yang bercita-cita jadi penulis tapi terjebak rutinitas melelahkan, serta Charlie yang setia tapi mulai lelah dengan tuntutan bosnya—membuat mereka terasa sangat relatable bagi siapa saja yang pernah bekerja keras tanpa apresiasi. Chemistry antara keduanya terasa organik dari pertemuan pertama di kantor malam hari, berkembang melalui dialog cepat yang penuh sarkasme lucu, tatapan malu-malu, serta momen intim seperti berbagi makanan atau menari konyol, sehingga transisi dari rekan konspirasi ke pasangan romantis terasa alami dan tak dipaksakan. Bos-bos mereka, Kirsten dan Rick, tampil sebagai antagonis ringan yang demanding tapi punya sisi manusiawi, dengan penampilan yang tajam dan humoris yang menambah warna tanpa mencuri spotlight. Karakter pendukung seperti teman-teman mereka memberikan dukungan komik yang pas, membuat ensemble cast terasa solid dan mendukung cerita utama. Keseluruhan karakter berhasil menyampaikan pesan bahwa di balik ambisi karir, hubungan manusiawi yang tulus adalah yang paling berharga, meninggalkan kesan positif tentang pertumbuhan pribadi di tengah hiruk-pikuk kota besar.

Elemen Romansa, Humor, dan Pesan Positif yang Menyentuh

Romansa di film ini terasa segar karena slow-burn yang dibangun melalui persahabatan dan kolaborasi, dengan momen-momen manis seperti kencan palsu yang berubah nyata, ciuman spontan, serta pengakuan emosional yang sederhana tapi menyentuh, tanpa bergantung pada drama berlebih atau adegan klise yang murahan. Humor muncul dari situasi kerja absurd seperti mengatur kencan rahasia, kesalahan kecil yang membesar, serta dialog witty yang cepat dan pintar, membuat tawa terasa alami sepanjang film. Pesan tentang work-life balance, pentingnya komunikasi jujur dalam hubungan, serta keberanian mengejar mimpi pribadi disampaikan secara halus melalui perjalanan karakter, di mana mereka belajar bahwa cinta dan karir bisa berjalan seiring jika dikelola dengan benar. Visual New York yang cerah, soundtrack feel-good, serta sutradara yang menangkap ritme kota dengan baik menambah daya tarik, membuat film ini terasa energik dan mudah dicerna. Meski ada sedikit trope standar, eksekusinya yang cerdas membuat romansa serta pesannya terasa autentik dan menginspirasi.

Kesimpulan

Set It Up berhasil menjadi rom-com modern yang cerdas, menghibur, dan hangat, dengan chemistry kuat antar pemeran utama, alur yang pintar, serta pesan positif tentang keseimbangan hidup yang membuatnya layak ditonton ulang berkali-kali. Film ini membuktikan bahwa genre rom-com masih punya tempat penting dengan pendekatan segar terhadap tema kerja keras dan cinta, tanpa terjebak dalam klise berlebihan. Bagi yang mencari tontonan ringan penuh tawa, deg-degan manis, serta rasa puas di akhir, ini adalah pilihan sempurna yang mengingatkan bahwa kadang rencana kecil bisa membawa kebahagiaan besar. Jika belum menonton atau ingin nostalgia, film ini tetap relevan sebagai salah satu yang terbaik dalam kategori feel-good romansa—karena di dunia yang sibuk, cerita tentang dua orang yang saling menemukan di tengah kekacauan kerja terasa sangat menyegarkan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *