Review Film Despicable Me 4: Minion Kembali dengan Kelucuan. Despicable Me 4, yang tayang di bioskop Juli 2024 dan kini tersedia di platform streaming serta home video hingga Februari 2026, tetap menjadi salah satu film animasi keluarga paling populer dan sering ditonton ulang di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Film keempat dalam seri ini, disutradarai oleh Chris Renaud dan diproduksi Illumination, berhasil meraup lebih dari 960 juta dolar di box office global dan mendapat rating rata-rata 6,3/10 dari penonton serta 56% di Rotten Tomatoes. Dengan durasi 94 menit, cerita kembali berpusat pada Gru (Steve Carell) yang kini hidup bahagia bersama Lucy (Kristen Wiig), tiga anak perempuan Margo, Edith, Margo, dan bayi baru Gru Jr., serta ratusan Minion. Namun kedamaian itu terganggu ketika penjahat super baru bernama Maxime Le Mal (Will Ferrell) dan istrinya Valentina (Sofía Vergara) kabur dari penjara dan memburu Gru. Film ini mempertahankan formula khas: aksi konyol, humor slapstick Minion, dan pesan keluarga yang hangat, meski beberapa kritikus menyebutnya kurang inovatif dibandingkan instalmen sebelumnya. REVIEW KOMIK
Alur Cerita yang Ringan dan Penuh Kekacauan Minion: Review Film Despicable Me 4: Minion Kembali dengan Kelucuan
Cerita dimulai dengan Gru yang sudah pensiun dari dunia penjahat dan bekerja sebagai agen Anti-Villain League (AVL) bersama Lucy. Mereka hidup tenang di pinggiran kota bersama anak-anak dan Minion yang selalu bikin rusuh. Ketika Maxime Le Mal—penjahat lama yang pernah dikalahkan Gru—kabur dari penjara bersama istrinya, Gru dan keluarga terpaksa bersembunyi dengan identitas baru di lingkungan suburban mewah.
Di sana Gru Jr. yang masih bayi mulai menunjukkan sifat nakal dan bahkan mencoba “membunuh” ayahnya sendiri karena cemburu pada perhatian Lucy. Sementara itu Minion, seperti biasa, menciptakan kekacauan besar: dari pesta Minion yang berantakan hingga penemuan gadget-gadget absurd. Alur berjalan cepat dengan banyak adegan slapstick dan visual gag khas Illumination—Minion berubah jadi berbagai bentuk konyol, adegan kejar-kejaran mobil, dan momen lucu ketika Minion salah paham instruksi. Puncak cerita terjadi saat Maxime menyerang rumah baru Gru, memaksa keluarga bersatu melawan ancaman. Ending film terasa hangat dan penuh tawa, dengan pesan bahwa keluarga (termasuk Minion) adalah kekuatan terbesar.
Performa Pengisi Suara dan Animasi yang Cerah: Review Film Despicable Me 4: Minion Kembali dengan Kelucuan
Steve Carell kembali menyuarakan Gru dengan nada khas yang sudah sangat familiar—campuran antara penjahat pensiun yang lembut dan ayah yang kewalahan. Kristen Wiig sebagai Lucy memberikan energi positif dan lucu sebagai ibu yang tegas tapi penyayang. Will Ferrell sebagai Maxime Le Mal mencuri perhatian dengan suara yang over-the-top dan ekspresi wajah kartun yang sangat ekspresif, sementara Sofía Vergara sebagai Valentina menambah warna Latin yang panas dan kocak.
Pierre Coffin kembali menyuarakan semua Minion dengan bahasa “Minionese” yang selalu berhasil membuat penonton tertawa. Animasi Illumination kali ini terasa lebih halus dan berwarna cerah: ekspresi wajah Minion semakin detail, gerakan fisik lebih cair, dan adegan-adegan aksi terasa sangat hidup. Desain karakter tetap khas—mata besar, warna kuning cerah, dan kekacauan visual yang menjadi ciri khas franchise.
Makna Lebih Dalam: Keluarga, Perubahan, dan Kelucuan Minion
Di balik kekonyolan Minion dan aksi slapstick, Despicable Me 4 sebenarnya bicara tentang perubahan dan penerimaan dalam keluarga. Gru yang dulu penjahat kini menjadi ayah rumah tangga yang kewalahan dengan Gru Jr. yang nakal—menggambarkan bagaimana orang tua sering merasa “kehilangan kendali” ketika anak tumbuh. Hubungan Gru dan Lucy juga menunjukkan bahwa pernikahan dan menjadi orang tua bukan akhir dari petualangan, melainkan petualangan baru yang penuh kekacauan tapi juga kehangatan.
Minion tetap menjadi simbol kelucuan murni: mereka tidak berubah, selalu bikin rusuh, tapi juga selalu setia dan membantu keluarga dengan cara mereka yang absurd. Pesan utamanya adalah bahwa keluarga tidak harus sempurna—kekacauan, kesalahan, dan kekonyolan justru yang membuatnya berharga. Film ini juga menyentil tema bahwa “pensiun” dari kehidupan lama (seperti Gru dari dunia penjahat) tidak berarti berhenti berkembang; justru itulah saat petualangan baru dimulai.
Kesimpulan
Despicable Me 4 adalah film animasi keluarga yang sukses mempertahankan formula klasik franchise: Minion yang menggemaskan, aksi konyol, dan pesan hangat tentang keluarga. Meski tidak seinovatif Despicable Me 2 atau 3 dalam hal cerita, film ini tetap menghibur dengan sangat baik berkat animasi cerah, performa suara yang solid, dan kekacauan Minion yang selalu berhasil membuat penonton tertawa. Jika kamu mencari film yang aman ditonton bersama anak-anak tapi tetap bisa dinikmati orang dewasa, Despicable Me 4 adalah pilihan yang sangat tepat. Tonton sekali saja mungkin tidak cukup—karena setiap kali ditonton ulang, Minion selalu berhasil menciptakan momen lucu baru. Film ini bukan sekadar sekuel; ia adalah pengingat bahwa keluarga yang paling kacau sering kali adalah yang paling menyenangkan—dan Minion adalah bukti hidup bahwa kekonyolan bisa menjadi perekat terkuat dalam sebuah keluarga. “Minion kembali dengan kelucuan” bukan sekadar tagline; itu janji yang ditepati dengan sangat baik di film ini.

